Puisi

SePi

Di kesepian malam aku sendiri

pikiran menerawang menjelajah langit luas

Ingin rasanya kubuka semua tabir kegelapan

Sehingga bisa kunikmati indahnya rembulan malam

Beserta gemerlapnya selaksa bintang

Semilir angin berhembus perlahan-lahan

Seolah tak ingin mengusikku dari lamunan

Pucuk-pucuk daun menari penuh kemesraan

Seakan tiada bosan untuk selalu menghibur

Semua gundah dan keresahan hatiku

Ketika malam semakin larut

Aku sadari akan kesendirianku

Semuanya memang penuh ketidakpastian

Kecuali…. Bisa kunikmati sisa hidup ini

Dengan cinta dan kasih sayang

Semuanya serba tulus

Semuanya serba ikhlas

Tanpa pamrih dan pengharapan

Dunia Hanya Panggung Sandiwara

Dunia hanya panggung sandiwara

Tempat manusia mengobral tingkah lakunya

Semua inginkan bahagia

terkadang t’tahu cara menjalankannya

Detik demi detik berganti,tahun demi tahun berjalan sesuai perputaran roda zaman

Kian hari manusia kian menjadi

Al Qur’an hanyalah sebagi pegangan, sedangkan koran menjadi pedoman.

Demi kebahagiaan dan keadilan!!!!

Yang taqwa dikata durjana, yang durjana dipuja – puja

Akankah Tuhan selalu cinta kepada manusia???????

Bila……manusia selalu mengingkarinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: